JAKARTA — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat mempercepat pembersihan sampah pasca banjir di sejumlah titik terdampak, termasuk Rawa Buaya. Langkah ini ditempuh dengan mengerahkan armada pengangkut dan menata titik kumpul sampah di lingkungan permukiman agar pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berjalan lebih cepat dan tertib.
Walikota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan penanganan pasca genangan kini dipusatkan pada pengelolaan sampah. Ia menilai timbunan tidak hanya berasal dari rumah tangga warga, tetapi juga sampah kiriman dari wilayah lain yang terseret aliran sungai saat banjir, sehingga berisiko memicu dampak lanjutan bila dibiarkan.
Saat memantau di Kali Sepak, Iin menyebut menemukan limbah berukuran besar, termasuk furnitur seperti kursi yang terbawa arus. Ia menyatakan pembersihan dilakukan segera setelah debit air dipastikan surut dan kondisi lapangan memungkinkan untuk penanganan.
“Hari ini, saya memantau di Kali Sepak, dan menemukan banyak limbah furniture seperti kursi yang terbawa arus. Sejak hari Minggu, setelah memastikan debit air surut, kami langsung bergerak cepat,” ujar Iin.
Dalam operasi tersebut, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat menjadi sektor utama, dibantu unsur lain dan warga setempat untuk mengangkut sampah dari pemukiman. Pemkot juga menurunkan truk di sejumlah titik agar sampah yang menumpuk dapat segera dipindahkan dan tidak memperburuk kualitas lingkungan.
Karena truk tidak bisa masuk ke banyak gang sempit, Pemkot menetapkan kebijakan pengumpulan sampah di titik tertentu agar lebih mudah diangkut ke TPA. Di Rawa Buaya, Iin menyebut hingga kini 20 truk sampah sudah diangkut, sementara sisa tumpukan ditargetkan segera dibereskan.
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta persoalan sampah ditangani menyeluruh pasca banjir, termasuk penguatan sosialisasi dan aturan lebih tegas agar warga tidak membuang sampah ke sungai, terutama di titik rawan seperti Cengkareng Drain.


