Kawasan Manggarai Didorong Jadi Pusat Integrasi Antarmoda

JAKARTA – PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menegaskan komitmennya mendorong kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, menjadi pusat integrasi antarmoda strategis. Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas transportasi publik, sekaligus mendorong aktivitas serta nilai ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan Stasiun Manggarai LRT Jakarta Fase 1B pada lintasan Velodrome Manggarai. Proyek ini disebut sebagai bagian dari dukungan Jakpro terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membangun Manggarai sebagai simpul transportasi terpadu yang memudahkan mobilitas harian warga, termasuk pergerakan menuju pusat kegiatan ekonomi dan layanan publik.

Stasiun Manggarai LRT Jakarta dirancang terintegrasi dengan sejumlah moda utama, yakni KRL Commuter Line, Kereta Bandara, dan Transjakarta. Integrasi ini ditujukan untuk mempercepat perpindahan antarmoda agar lebih efisien, nyaman, dan mengurangi friksi perjalanan mulai dari waktu tunggu, jarak berjalan, hingga kepadatan di titik-titik akses.

Direktur Teknik dan Pengembangan Jakpro, Dian Takdir, menyatakan pengembangan Manggarai tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur transportasi. Jakpro juga menargetkan pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan aktivitas serta nilai ekonomi masyarakat.

“Melalui integrasi antarmoda ini, kami berharap mobilitas masyarakat semakin mudah dan pada saat yang sama mampu mendorong peningkatan aktivitas serta nilai ekonomi warga Manggarai dan sekitarnya,” ujar Dian, Senin (9/2/2026).

Sebagai bagian dari rencana TOD tersebut, Dian mengungkapkan Jakpro telah menjajaki kerjasama dengan PT Pasaraya Tosersajaya pada Desember 2025. Penjajakan masih tahap awal, meliputi inventarisasi potensi, penyusunan kajian, serta perumusan skema kerja sama yang dinilai paling optimal.

Dian menambahkan, pengembangan Stasiun Manggarai LRT Jakarta selaras dengan arah pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang menempatkan konektivitas, keberlanjutan, dan inklusivitas sebagai pilar menuju Jakarta sebagai kota global. Dari sisi ekonomi lokal, akses yang membaik diproyeksikan membuka peluang usaha, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat nilai kawasan tanpa mengubah karakter sosial dan aktivitas warganya.

Selain aspek mobilitas, LRT Jakarta yang beroperasi menggunakan tenaga listrik juga dikaitkan dengan agenda dekarbonisasi perkotaan. Secara kumulatif, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga 2.927.250 ton CO2e melalui penurunan emisi per penumpang per kilometer dibanding penggunaan kendaraan pribadi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *