JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan rencana untuk memperluas cakupan manfaat Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), yang selama ini hanya diberikan untuk jenjang Sarjana (S1), ke jenjang Magister (S2) dan Doktoral (S3). Hal ini sebagai bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama, meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan oleh pemerintah.
Pada tahap kedua, program KJMU disalurkan kepada 16.920 mahasiswa, yang terdiri dari 2.524 penerima baru dan 14.396 penerima lanjutan. Pramono menyatakan bahwa beasiswa untuk mahasiswa Jakarta tidak akan dipotong meskipun ada penyesuaian anggaran di sektor lain. Ia menegaskan, meski Pemprov DKI menghadapi tantangan efisiensi, sektor pendidikan tetap menjadi fokus utama dalam kepemimpinannya.
“Pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan dan ketidakberuntungan dalam keluarga. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga Jakarta yang berpotensi memiliki akses pendidikan tinggi tanpa hambatan finansial,” kata Pramono. Ia juga menambahkan bahwa dengan diperluasnya KJMU untuk mencakup jenjang S2 dan S3, semakin banyak mahasiswa yang akan mendapat kesempatan untuk melanjutkan studi mereka ke tingkat yang lebih tinggi.
Program KJMU di DKI Jakarta bukan hanya untuk mengatasi masalah pendidikan tetapi juga untuk mendorong partisipasi aktif dalam dunia pendidikan yang lebih tinggi. KJMU pada Tahap II ini telah disalurkan ke 97 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia dan 17 perguruan tinggi swasta di Jakarta. Pramono berharap, melalui perluasan KJMU, lebih banyak mahasiswa yang dapat mengakses pendidikan berkualitas tanpa terbebani oleh biaya.
Program ini menunjukkan bahwa Pemprov DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mendukung pencapaian akademis mahasiswa, bahkan di tengah tantangan efisiensi anggaran. Dengan anggaran pendidikan yang tetap terjaga, program KJMU diharapkan dapat terus memberikan dampak positif bagi masa depan generasi muda Jakarta.


