JAKARTA – Dalam evaluasi satu tahun kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menyoroti tiga isu utama yang harus segera diselesaikan: banjir, kemacetan, dan kemiskinan. Meski pencapaian program quick wins hampir selesai, DPRD menilai ada persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian lebih.
Wibi mengapresiasi pencapaian Pemprov DKI Jakarta, dengan 97 persen program quick wins berhasil diselesaikan pada tahun pertama kepemimpinan Pramono dan Rano. Namun, ia menekankan pentingnya sinergi antara DPRD dan eksekutif untuk mempercepat penanganan masalah-masalah tersebut.
Terkait banjir, Wibi menyoroti normalisasi Sungai Ciliwung sebagai langkah krusial untuk pengendalian banjir yang lebih efektif. “Kami di DPRD mendukung langkah eksekutif dalam mengatasi persoalan banjir yang sudah lama mengganggu Jakarta,” ujarnya.
Untuk mengatasi kemacetan, penguatan transportasi publik menjadi solusi utama. Wibi mendukung ekspansi layanan Transjakarta, serta integrasi transportasi antarwilayah di Jabodetabek. “Penguatan transportasi publik di wilayah penyangga akan menekan kemacetan secara signifikan,” jelasnya.
Dalam menanggulangi kemiskinan, Wibi memastikan keberlanjutan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) sebagai akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. “KJP akan terus berkembang untuk menjangkau lebih banyak masyarakat,” tuturnya.
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, juga memberikan apresiasi terhadap pencapaian pemerintah, namun ia mengingatkan bahwa kesenjangan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah yang besar. “Kesenjangan kemiskinan yang tinggi menjadi tantangan bersama yang harus diselesaikan, terutama dalam keterbatasan fiskal,” kata Yuke.
Wibi menegaskan, DPRD akan memastikan anggaran difokuskan pada kebutuhan warga, agar penanganan tiga isu utama ini berjalan efektif. Ia berharap Jakarta bisa lebih humanis dan tertata di akhir masa jabatan Pramono dan Rano.


