JPO Sarinah Kembali Dibangun, Transjakarta: Memulihkan Nilai Sejarah dan Akses Transportasi Jakarta

JAKARTA – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah yang legendaris akan dibangun kembali oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Setelah dibongkar pada 2022 seiring renovasi besar-besaran Gedung Sarinah, JPO pertama di Indonesia ini akan kembali hadir sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan aksesibilitas dan integrasi transportasi publik di Jakarta Pusat.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa pembangunan JPO Sarinah tengah berlangsung dan diharapkan dapat menjadi solusi bagi pejalan kaki di kawasan padat tersebut. “Pembangunan kembali JPO Sarinah ini adalah langkah strategis untuk mengembalikan nilai sejarahnya dan meningkatkan aksesibilitas,” ujar Pramono.

JPO Sarinah, yang pertama kali dibangun pada 1960-an, sebelumnya dibongkar untuk memberi ruang bagi renovasi Gedung Sarinah dan perbaikan kawasan sekitarnya. Sebagai gantinya, akses pejalan kaki sementara dialihkan ke fasilitas pelican crossing untuk mendukung penataan kawasan yang lebih modern. Namun, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), yang diberi tugas untuk membangun kembali JPO ini, memastikan bahwa pelican crossing tidak akan dihilangkan, dan fasilitas tersebut akan tetap beroperasi normal.

Welfizon Yuza, Direktur Utama Transjakarta, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama dari revitalisasi JPO Sarinah adalah menyediakan fasilitas yang inklusif, terutama bagi kelompok disabilitas, lansia, dan ibu hamil. “Kami ingin memastikan JPO Sarinah bisa menjadi fasilitas yang aman dan nyaman untuk seluruh kalangan. Oleh karena itu, lift juga akan disediakan untuk mendukung akses bagi mereka,” ungkap Welfizon.

JPO Sarinah tidak hanya akan berfungsi sebagai jalur penyeberangan, tetapi juga akan terhubung dengan berbagai moda transportasi publik di Jakarta. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas warga Jakarta, mengingat letaknya yang strategis di kawasan pusat bisnis.

Welfizon menambahkan, “JPO Sarinah akan menjadi opsi tambahan yang terintegrasi dengan sistem transportasi publik Jakarta, sekaligus mengembalikan nilai sejarahnya sebagai jembatan penyeberangan pertama di Indonesia.”

Dengan pembangunan kembali JPO Sarinah, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat menciptakan ruang yang lebih nyaman dan efisien bagi pejalan kaki serta mendukung sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan ramah bagi semua lapisan masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *