Komisi B Dukung Transformasi Pasar Jadi Pusat Ekonomi dan Budaya di Jakarta

JAKARTA  – Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto, menyatakan dukungannya terhadap rencana transformasi 153 pasar di Jakarta agar tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga berkembang menjadi pusat kegiatan budaya, sosial, dan destinasi wisata kelas dunia. Rencana ini, menurutnya, sangat penting untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang semakin terhubung dengan perkembangan dunia.

“Pasar jadi wisata kelas dunia perlu didukung,” ungkap Wahyu Dewanto dalam keterangan resminya, Selasa (24/2/2026). “Menurut saya, upaya Gubernur untuk mentransformasi 153 pasar di Jakarta agar tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga berkembang menjadi pusat kegiatan budaya, sosial, dan destinasi wisata kelas dunia perlu didukung,” lanjutnya.

Wahyu menyadari bahwa transformasi pasar bukanlah tugas yang mudah. “Tanpa dukungan kuat dari berbagai pihak, program tersebut akan sulit terwujud,” ujarnya, menekankan perlunya kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta untuk mendukung keberhasilan program ini.

Proses transformasi pasar akan mencakup berbagai aspek strategis, seperti perbaikan infrastruktur fisik, penghapusan premanisme, digitalisasi untuk mendukung transaksi non-tunai, dan penyediaan akses transportasi publik yang memadai. “Strategi yang akan dilakukan meliputi berbagai aspek, mulai dari perbaikan infrastruktur fisik, penghapusan premanisme, percepatan digitalisasi untuk meningkatkan transaksi non-tunai, hingga penyediaan akses transportasi publik yang memadai,” jelas Wahyu.

Ia menambahkan bahwa pembenahan ini melibatkan banyak pemangku kepentingan, baik dari internal Pemprov DKI Jakarta maupun pihak eksternal. “Ini tentu membutuhkan keseriusan dan waktu yang tidak singkat,” ucapnya.

Wahyu juga mengingatkan bahwa meskipun transformasi pasar ini sangat strategis untuk perekonomian kota, keberhasilannya akan bergantung pada implementasi yang matang dan dukungan berkelanjutan dari semua pihak terkait. “Komisi B akan mendukung, mendampingi, sekaligus mengawasi proses transformasi ini agar berjalan dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, Wahyu menyarankan agar Pemprov DKI memulai transformasi di beberapa pasar strategis sebagai proyek percontohan. “Langkah ini penting untuk melihat aspek-aspek apa saja yang diperlukan dalam mewujudkan rencana tersebut,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa pengelolaan pasar tidak cukup hanya mengandalkan Perumda Pasar Jaya, tetapi melibatkan banyak instansi dan pemangku kepentingan lainnya. “Kesungguhan semua pihak pada akhirnya akan melahirkan dukungan yang kuat agar transformasi ini segera terwujud,” tandas Wahyu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *