Pemerintah DKI Jakarta Bangun 3 JPO Ramah Disabilitas di Sarinah, Kebayoran Lama, dan Senayan

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan pembangunan tiga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sepenuhnya ramah disabilitas. Pembangunan tersebut dilakukan di tiga lokasi strategis di Jakarta, yaitu kawasan Sarinah, Kebayoran Lama, dan Senayan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjadikan kota ini lebih inklusif bagi seluruh warganya, termasuk penyandang disabilitas.

Dalam keterangannya pada Kamis (29/1/2026), Pramono menjelaskan bahwa fasilitas JPO ramah disabilitas ini akan dilengkapi dengan fitur yang memudahkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Tiga lokasi tersebut, yang terletak di kawasan padat, dipilih karena menjadi titik strategis yang sering dilalui masyarakat.

“Kami akan memastikan ada tiga JPO yang sepenuhnya ramah disabilitas, yang berada di Sarinah, Kebayoran Lama, dan Senayan,” ujar Pramono. Di antara ketiga JPO tersebut, JPO Sarinah menjadi sorotan utama karena lokasi yang sangat padat dan menjadi salah satu pusat pertemuan utama di Jakarta.

JPO Sarinah akan dilengkapi dengan fasilitas lift di kedua sisi jembatan untuk memastikan akses yang lebih mudah bagi penyandang disabilitas. Selain itu, JPO ini juga akan terintegrasi langsung dengan transportasi publik yang sudah ada di kawasan tersebut, seperti TransJakarta, yang semakin mempermudah mobilitas penggunanya.

“Jika ini berjalan dengan lancar, termasuk di Sarinah yang sudah banyak mendapat pertanyaan sebelumnya, JPO ini akan dilengkapi lift di kedua sisinya, dan akan langsung terhubung dengan TransJakarta,” tambah Pramono.

Pramono juga menegaskan bahwa keberadaan JPO tidak akan menghilangkan fungsi dari pelican crossing atau penyeberangan sebidang yang ada di sekitar kawasan Sarinah. JPO dan pelican crossing akan beroperasi secara bersamaan untuk memberi kenyamanan bagi semua pengguna jalan, baik yang menggunakan jembatan maupun yang menyeberang di pelican crossing.

Dengan proyek ini, Pemprov DKI Jakarta semakin mempertegas komitmennya untuk membangun kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga peduli terhadap hak-hak semua warganya, terutama dalam hal aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Proyek ini diharapkan dapat menjadi model pembangunan infrastruktur yang lebih inklusif di masa depan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *