Pemkot Jakarta Barat Perkuat Komitmen Wujudkan Sekolah Aman dan Ramah Anak

JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat melalui Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat semakin memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, dalam acara dialog dan edukasi perlindungan anak yang digelar di Ruang MH Thamrin, Gedung Walikota Administrasi Jakarta Barat, pada Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh pelajar, guru, serta orang tua sebagai bentuk kolaborasi dalam perlindungan anak.

Wali Kota Iin Mutmainah menegaskan bahwa mewujudkan sekolah yang aman bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan merupakan upaya bersama antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik dan kepedulian nyata dalam menjalankan fungsi perlindungan anak.

“Tidak semua kondisi bisa langsung dikatakan aman, tetapi tangan kita semua harus ikut bekerja. Fungsi perlindungan anak ini harus kita lakukan bersama,” ujar Iin dalam kesempatan tersebut.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan merupakan hak dasar anak dan kunci utama dalam menjaga hak-hak mereka, serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi masa depan. “Pendidikan adalah kunci dalam menjaga masa depan Jakarta Barat. Anak-anak inilah yang akan menjadi penerus pembangunan kita,” tegas Iin.

Lebih lanjut, Iin Mutmainah mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya kasus kekerasan terhadap anak, seperti kekerasan seksual, fisik, dan psikis, yang masih menjadi masalah serius. Ia menyebutkan bahwa kasus kekerasan seksual merupakan perhatian utama, diikuti oleh kekerasan fisik dan psikis, yang sering kali tidak terlihat di permukaan. Oleh karena itu, pencegahan dan edukasi perlindungan anak harus terus diperkuat.

Di sisi lain, Pemkot Jakarta Barat juga berupaya mendorong peran aktif anak muda sebagai agen perubahan dengan membentuk pusat informasi dan konseling remaja di sekolah-sekolah. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah menghadirkan Duta Generasi Peduli (Dita Gendung) sebagai pionir perlindungan anak di lingkungan sekolah.

“Anak-anak muda saat ini sudah sangat canggih dengan teknologi dan informasi. Tugas kita adalah membekali mereka dengan pengetahuan yang benar dan pendidikan yang berkualitas,” ujar Iin, menambahkan bahwa membentuk jejaring positif dan lingkungan yang aman sangat penting agar anak-anak tidak terjebak dalam situasi berisiko.

Selain itu, Iin juga menekankan peran lingkungan sekitar dalam mendukung terciptanya sekolah yang aman. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga toleransi, keamanan, dan kenyamanan bagi anak-anak.

“Ini bukan hanya program, tetapi komitmen bersama untuk melindungi generasi masa depan Jakarta Barat,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tokoh Pemuda Jakarta Barat, Umar Abdul Azis, memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang diadakan oleh Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat II. Menurutnya, kegiatan ini mampu memperkuat komunikasi antar kepala sekolah negeri dan swasta serta instansi terkait lainnya untuk menangani masalah seperti kenakalan remaja dan tawuran yang belakangan ini menjadi perhatian.

Umar juga menyoroti pentingnya peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) di setiap sekolah sebagai fungsi kontrol dalam mengidentifikasi kenakalan siswa. Ia berharap agar Pemkot Jakarta Barat dapat menambah kuota guru BK, mengingat jumlahnya yang masih sangat terbatas di seluruh sekolah di DKI Jakarta.

“Alhamdulillah Jakarta Barat semua berkomunikasi dengan baik. Melalui koordinasi yang instan antara tiga pilar, angka tawuran dan kenakalan remaja dapat ditekan dengan baik,” ujar Umar, menutup pembicaraannya.

Komitmen Pemkot Jakarta Barat untuk menciptakan sekolah yang aman dan ramah anak menunjukkan upaya yang serius dalam melindungi hak anak serta mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan sekolah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *