JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan kesiapan pemerintah provinsi dalam mengantisipasi potensi penyebaran varian Influenza A H3N2 subclade K, atau yang dikenal dengan nama superflu. Meskipun hingga saat ini belum ada laporan kasus superflu di Jakarta, Pemprov DKI tetap mempersiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi ancaman tersebut.
Dalam rapat yang digelar di Taman Gapura Muka Cakung, Jakarta Timur, pada Selasa (6/1/2026), Pramono memastikan telah memberikan instruksi khusus kepada Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, untuk segera menyiapkan langkah-langkah antisipatif terkait varian flu yang diprediksi dapat menular cepat. “Walaupun sampai saat ini belum ada laporan kasus di Jakarta, kita tetap harus siap,” ujar Pramono.
Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta telah menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan RI untuk memastikan langkah-langkah mitigasi yang diambil sejalan dengan kebijakan pusat. “Jakarta sudah mengambil langkah-langkah preventif, dan saya sudah meminta Ibu Ani untuk mempersiapkan segala hal terkait ancaman superflu ini,” tambah Pramono.
Varian H3N2 subclade K, atau yang lebih dikenal dengan superflu, telah memicu lonjakan kasus di beberapa negara, termasuk Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan telah teridentifikasi 62 kasus. Namun, Kemenkes menegaskan bahwa meskipun varian ini dapat menular dengan cepat, tingkat fatalitasnya tidak sebesar pandemi Covid-19.
Pemerintah Jakarta juga berfokus pada upaya pencegahan melalui edukasi masyarakat mengenai gejala dan penularan superflu. Pramono mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga kewaspadaan, terutama menjelang musim flu yang rentan bagi kelompok usia lanjut dan mereka yang memiliki masalah kesehatan bawaan.
Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI akan meningkatkan kapasitas pengawasan dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat, untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi lonjakan kasus, jika terjadi. Selain itu, vaksinasi dan protokol kesehatan akan terus diprioritaskan, mengikuti arahan dari Kemenkes dan World Health Organization (WHO).
Pemerintah DKI Jakarta juga mengedepankan kesiapan infrastruktur kesehatan dan memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat agar setiap kebijakan yang diterapkan dapat diimplementasikan dengan baik di tingkat daerah. “Kami akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk menghindari penyebaran yang lebih luas,” tutup Pramono.
Sebagai langkah proaktif, Pemprov DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan pribadi, dengan menjaga kebersihan, menghindari kerumunan, serta melaksanakan vaksinasi jika memungkinkan. Pemerintah daerah berharap langkah-langkah tersebut dapat mengurangi potensi penyebaran varian superflu yang kini menjadi perhatian dunia.
Sementara itu, meski potensi ancaman superflu tetap ada, Pemprov DKI Jakarta memastikan bahwa semua upaya mitigasi sedang dijalankan secara maksimal, dengan koordinasi erat antara pemerintah daerah dan pusat.


