JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi melantik 521 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (4/3), dalam upacara yang digelar di Balai Kota. Langkah ini disebut sebagai penguatan fondasi transformasi Jakarta menuju kota global dengan birokrasi profesional, transparan, dan berbasis kinerja.
Dalam sambutannya, Pramono menegaskan jabatan fungsional bukan sekadar posisi administratif. “Peran Saudara sekalian menjadi bagian penting dalam memperkuat kinerja perangkat daerah serta mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global dan pusat perekonomian nasional,” ujar Pramono. Ia menambahkan, penempatan pejabat dilakukan berbasis kompetensi dan capaian kinerja, sejalan dengan prinsip meritokrasi yang adil, transparan, dan akuntabel.
Mayoritas pejabat yang dilantik berasal dari Satpol PP sebanyak 473 orang, disusul guru dan tenaga fungsional lain dari 11 perangkat daerah. Para pejabat diingatkan agar menegakkan peraturan daerah secara tegas namun tetap humanis, serta meningkatkan mutu pendidikan dan layanan publik.
Dalam arahannya, Pramono menyampaikan lima pesan utama: kesiapan adaptif menghadapi tugas, inovasi berorientasi hasil, sinergi tim, profesionalisme berbasis integritas, dan transparansi dalam pertanggungjawaban kebijakan. Ia juga menekankan pentingnya birokrasi tangguh menghadapi dinamika global agar Jakarta tetap aman, nyaman, dan stabil bagi warganya.
Pengamat kebijakan publik, Ari Wibowo, menilai pelantikan massal ini menjadi sinyal serius reformasi birokrasi di Ibu Kota. “Dengan jumlah pejabat yang besar, tantangannya adalah menjaga konsistensi kinerja dan integritas, sekaligus memastikan pelayanan publik meningkat signifikan,” kata Ari.
Pramono berharap semangat sinergi, inovasi, dan kinerja terus dijaga demi menjadikan Jakarta kota global yang inklusif, berdaya saing, dan mensejahterakan warganya. Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat fondasi profesionalisme birokrasi di era kompleksitas sosial-ekonomi dan dinamika global.


