JAKARTA – Dalam sebuah seminar nasional yang digelar pada Kamis (29/1/2026), Sekretaris Kota Jakarta Pusat, Denny Ramdany, mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dalam memberantas korupsi di Indonesia. Denny menekankan bahwa upaya pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab penegak hukum, tetapi juga membutuhkan kontribusi dari generasi muda, khususnya mahasiswa, yang memiliki idealisme dan kemampuan kritis untuk menciptakan perubahan.
Denny menyampaikan pesan kuatnya di hadapan peserta seminar dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun ke-15 Spesialisasi Mahasiswa Anti Korupsi (SIMAK) di Institut Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI). Menurutnya, mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang tak hanya sekadar menjadi peserta pendidikan, tetapi juga turut aktif dalam memperjuangkan kejujuran dan integritas dalam kehidupan sehari-hari.
“Korupsi adalah musuh bersama, dan setiap individu, khususnya mahasiswa, memiliki peran penting dalam melawan praktik kotor ini,” ujar Denny dalam sambutannya. “Mahasiswa adalah generasi yang memegang teguh idealisme dan memiliki kekuatan untuk mengubah paradigma yang sudah terkontaminasi oleh kepentingan pragmatis,” tambahnya.
Denny menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai seperti integritas, kejujuran, dan rasa tanggung jawab sejak dini, sebagai pondasi karakter untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional atau pemerintahan kelak. Dalam pandangannya, korupsi tidak bisa diberantas hanya dengan pendekatan hukum semata. “Partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, terutama mahasiswa, adalah kunci untuk mengubah keadaan,” ujarnya.
Selain menyerukan agar mahasiswa aktif dalam memberantas korupsi, Denny juga memaparkan langkah konkret yang sedang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam menciptakan pemerintahan yang bersih. Salah satu langkah yang paling menonjol adalah penerapan sistem transaksi non-tunai (cashless) untuk meminimalisir potensi penyalahgunaan dana publik. Dengan sistem ini, aliran dana terekam secara digital, transparan, dan mudah untuk diawasi.
“Penerapan cashless transaction adalah salah satu cara untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktek-praktek korupsi,” ungkap Denny. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga terus memperbaiki sistem keuangan dan pengawasan untuk memastikan tidak ada celah bagi praktik korupsi.
Denny mengingatkan bahwa perjuangan melawan korupsi adalah proses panjang yang membutuhkan konsistensi dan keberanian. “Menjaga integritas di tengah godaan duniawi adalah tantangan berat, namun harus tetap diperjuangkan demi masa depan bangsa,” katanya. Oleh karena itu, Denny mengajak mahasiswa untuk memulai dari langkah kecil, seperti berlaku jujur dalam akademik, berani menyuarakan kebenaran, dan menolak segala bentuk ketidakjujuran di sekitarnya.
“Perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang kita lakukan hari ini. Mari kita jadikan integritas sebagai gaya hidup, bukan sekedar slogan,” tutup Denny dengan semangat.
Dengan ajakan tersebut, Denny berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam upaya pemberantasan korupsi, tetapi menjadi bagian dari sejarah Indonesia yang bersih dan bebas dari praktik kotor tersebut. Kini, tugas besar berada di tangan mahasiswa untuk membawa perubahan dan menjaga integritas bangsa.


